TUGAS MAKALAH
HIKMAH ISRA MI'RAJ DAN IPTEK
SEMESTER GENAP 2017 / 2018
Disusun Oleh :
KELOMPOK II
ANDRI M HIJAZ 161210063
UMAR MAHMUD 171210401
PROGRAM
STUDI TEKNIK MESIN
FAKULTAS
TEKNIK
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PONTIANAK
TAHUN
2018
BAB 1 PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra’
ayat 1 :
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ
الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ
لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Artinya :” Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan
hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah
Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari
tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha
Melihat.” (Q.S Al isra’: Allah s.w.t. telah mengisra'kan (memperjalankan diwaktu
malam hari) Nabi Muhammad s.a.w. dari masjidil Haram (di Makkah) ke masjidil
Aqsha artinya masjid yang jauh (di Palestina). Dahulunya orang biasa berjalan
kaki dari satu tempat ketempat, ataupun menaiki kuda, keledai, unta dan
sebagainya.
Perjalaan dari Makkah ke Palestina mengambil masa lebih
kurang 40 hari. Ini adalah suatu perjalanan yang jauh, tetapi dengan kuasa
Allah telah dilakukan dalam
masa yang singkat, hanya dalam beberapa jam sahaja. Bagi orang dahulu, perrjalanan yang demikian jauh jika dapat dilakukan dalam masa beberapa jam sahaja adalah suatu hal yang luar biasa dan tidak dapat diterima oleh akal mereka. Oleh karena itu mereka yang tidak beriman seperti Abu Jahal dan pengikut-pengikutnya menggunakan peristiwa ini untuk menjatuhkan nama baik Nabi Muhammad s.a.w. dengan menuduh Nabi s.a.w. seorang pendusta dan berbagai tuduhan keji lainnya.
masa yang singkat, hanya dalam beberapa jam sahaja. Bagi orang dahulu, perrjalanan yang demikian jauh jika dapat dilakukan dalam masa beberapa jam sahaja adalah suatu hal yang luar biasa dan tidak dapat diterima oleh akal mereka. Oleh karena itu mereka yang tidak beriman seperti Abu Jahal dan pengikut-pengikutnya menggunakan peristiwa ini untuk menjatuhkan nama baik Nabi Muhammad s.a.w. dengan menuduh Nabi s.a.w. seorang pendusta dan berbagai tuduhan keji lainnya.
Mereka yang beriman dapat menerimanya karena ia merupakan
salah satu tanda dari kekuasaan Allah s.w.t. yang telah pernah diberikan kepada
Rasul-rasulnya.
Dalam peristiwa ini, di samping Nabi melihat tentang
kebesaran-kebesaran Allah, juga diperlihatkannya surga beserta panoramanya dan
peristiwa-peristiwa yang lain yang menakjubkan.Semua amatlah penting untuk
dijadikan sebagai referensi renungan di tengah gelombang kehidupan yang semakin
runyam dan begitu dahsyat.Dan hal yang paling utama ialah diturunkanlah
sholat lima waktu yang InsyaAllah masih kita jalankan sampai
sekarang ini.
B.
Rumusan Masalah
Pembahasan
makalah ini hanya terbatas pada persoalan mengenai sejarah Nabi Muhammad SAW,
lebih khususnya dalam hal sejarah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Yaitu
tentang pengertiannya, masa terjadinya, peristiwa Isra M’raj,
hikmah yang bisa diambil dari peristiwa isra’ mi’raj, dan masalah-masalah lain
yang berkaitan dengan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
C.
Tujuan Pembahasan
Tujuan
dari pembahasan ini ialah untuk memberikan penjelasan kepada pembaca
tentang bagaimana sejarah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Sehingga pambaca
diharapkan bisa mengetahui tentang bagaimana Allah itu memuliakan Nabi Muhammad
SAW, dan diharapkan pembaca bisa memberikan pengetahuan tentang Isra’ Mi’raj
ini kepada orang lain yang membutuhkannya.
Disamping
itu pembahasan ini juga dimaksudkan untuk memenuhi tugas dari dosen semester IV
mata pelajaran Islam & Ilmu Pengetahuan dalam topik pembahasan tentang Hikmah Isra’ Mi’raj
dan Iptek.
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Isra Mi’raj
Isra’ Mi’raj (Arab
: الإسراء والمعراج, al-’Isrā’
wal-Mi‘rāj) adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh
Nabi Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah
satu peristiwa penting bagi umat Islam , karena pada peristiwa ini Nabi
Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah untuk
menunaikan shalat lima waktu dalam sehari semalam. Isra’secara
etimologi atau menurut bahasa artinya berjalan di waktu malam.
Isra’ secara terminologi atau menurut istilah artinya
perjalanan Nabi Muhammad S.A.W. diwaktu malam hari dari Masjidil Haram (di
Makkah) ke Masjidil Aqsha artinya masjid yang jauh (di Palestina).
Mi’raj secara etimologi atau menurut bahasa artinya
tangga, atau alat untuk naik dari bawah ke atas.
Mi’raj secara terminologi atau menurut istilah adalah
perjalanan Nabi SAW dari alam bawah (bumi) ke alam atas (langit) sampai langit
yang ke tujuh sampai ke Sidratul Muntaha, yakni dari Masjidil Aqsha di
Palestina naik ke alam atas melalui beberapa langit dan ke Sidratul Muntaha dan
terakhir sampai ke Arasyi dan Kursy dimana beliau menerima
wahyu dari Allah yang mengandung perintah shalat lima waktu.
B.
Masa
Terjadinya Isra Mi’raj
Para ulama banyak berselisih tentang waktu terjadinya
Isra Mi’raj. Sebagian
ulama berpendapat bahwa isra’ mi’raj terjadi pada tanggal 7 Rabiul awal, sebagian lagi pada tanggal 17 Rabiul awal, sebagian
lagi pada tanggal 27 Rabiul akhir dan sebagian lagi berpendapat bahwa
isra’ mi’raj terjadi pada tanggal tanggal 27 rajab. Tapi sebagian besar ulama berpendapat bahwa Isra Mi’raj
terjadi pada tanggal 27 Rajab .
Sedangkan tahun terjadinya Isra’ Mi’raj terjadi pada
periode akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi
wa Sallam hijrah ke Madinah. Yaitu pada malam 27 Rajab tahun ke-10
kenabian.
Wallahu a’lamu bis-shawab…
C.
Peristiwa
Isra dan Mi’raj
Suatu
hari malaikat Jibril datang menemui Nabi dan kemudian didatangkan buraq,
'binatang' berwarna putih yang lebih besar daripada keledai. Sekali melangkah
langkahnya sejauh pandangan mata. Dengan buraq itu Nabi melakukan isra' dari
Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha (Baitul Maqdis) di Palestina.
Nabi menambatkan buroqnya dengan tali dimana para nabi sering menambatkan
kendaraannya di tempat itu. Kemudian Nabi Muhammad SAW salat dua rakaat
di Baitul Maqdis, setelah selesai sholat beliau keluar dan Jibril
mendatanginya dengan membawa segelas khamer (minuman keras) dan segelas susu.
Nabi Muhammad SAW memilih susu. Kata malaikat Jibril, "Engkau dalam
kesucian, sekiranya kau pilih khamer, sesatlah ummat engkau."
Dengan
buraq pula Nabi SAW melanjutkan perjalanan bersama Jibril naik ke langit .
Setelah sampai di langit yang pertama,Jibril meminta kepada malaikat penjaga
agar dibukakan pintu langit tersebut, meraka ditanya oleh malaikat penjaga
langit, “Siapakah kamu?” Jibril Menjawab:”Saya Jibril” kemudian malaikat
penjaga langit bertanya kembali,”Dan siapa yang bersamamu?” Jibril
menjawab,”Saya bersama Muhammad”, ditanyakan lagi “Apakah Muhammad sudah diutus
oleh Allah untuk datang kesini?”, Jibril menjawab lagi,”ya,Muhammad sudah
diutus oleh Allah”. Kemudian dibukakanlah pintu langit tersebut, setelah mereka
masuk ke langit yang pertama itu, dijumpainya Nabi Adam. Nabi Adam menyambutnya
dengan hangat dan mendoakan baginya kebaikan. Perjalanan diteruskan ke langit
ke dua, dii langit ke dua dijumpainya Nabi Isa dan Nabi Yahya. Di langit ke
tiga ada Nabi Yusuf. Nabi Idris dijumpai di langit ke empat. Lalu Nabi SAW
bertemu dengan Nabi Harun di langit ke lima, dan Nabi Musa di langit ke enam.
Di setiap langit, Jibril meminta kepada malaikat penjaga langit agar dibukakan
pintu langit tersebut, mereka juga ditanya oleh penjaga masing-masing langit
dengan pertanyaan yang serupa dengan pertanyaan pada waktu di langit yang
pertama tadi.Nabi-nabi tersebut menyambutnya dengan hangat dan juga mendoakan
kebaikan sebagaimana yang dilakukan nabi Adam tadi. Kemudian Nabi bersama
Jibril melanjutkan perjalanan ke langit ke tujuh,di sana nabi menjumpai nabi
Ibrahim yang sedang menyandarkan punggungnya ke Baitul Ma’mur. Baitul Ma'mur adalah tempat 70.000 malaikat shalat tiap
harinya, setiap malaikat hanya sekali memasukinya dan tak akan pernah masuk
lagi.
Perjalanan
dilanjutkan ke Sidratul Muntaha. Sidratul Muntaha adalah suatu tempat yang
sangat indah, yang tidak bisa dibayangkan keindahannya oleh seorangpun. Dari Sidratul Muntaha didengarnya kalam-kalam. Dari
sidratul muntaha dilihatnya pula empat sungai, dua sungai non-fisik (bathin) di
surga, dua sungai fisik (dhahir) di dunia, sungai Efrat dan sungai Nil. Lalu
Jibril membawa tiga gelas berisi khamr, susu, dan madu, dipilihnya susu. Jibril
pun berkomentar, "Itulah (perlambang) fitrah (kesucian) engkau dan ummat
engkau." Jibril mengajak Nabi melihat surga yang indah.
Puncak
dari perjalanan itu adalah diterimanya perintah salat wajib. Mulanya diwajibkan
salat lima puluh kali sehari-semalam.Kemudian Nabi menemui Nabi Musa,dan Nabi
Musa menyuruh nabi untuk meminta keringanan kepada Allah, karena Nabi musa
pernah memerintahkan hal itu kepada Bani Israil, dan
mereka tidak sanggup menjalankannya. Sehingga Nabi Musa yaqin bahwa ummat Nabi
Muhammad pun tidak sanggup menjalankannya. Atas saran Nabi Musa,
Nabi SAW meminta keringanan dan diberinya pengurangan sepuluh- sepuluh setiap
meminta. Akhirnya diwajibkan lima kali sehari semalam. Nabi
Muhammad kembali menemui Musa dan mengatakan bahwa sholat wajib itu menjadi 5x
shalat dalam sehari. Nabi Musa masih menyuruh Nabi Muhammad agar kembali kepada
Allah untuk meminta keringanan, Namun nampaknya Nabi Muhammad enggan dan malu
kepada Allah untuk meminta keringanan. "Saya telah meminta keringan
kepada Tuhanku, kini saya rela dan menyerah." Maka Allah berfirman,
"Itulah fardlu-Ku dan Aku telah meringankannya (menjadi 5x shalat) atas
hamba-Ku. Setiap satu sholat (sebagai pengganti dari ) sepuluh sholat, sehingga
genaplah 50 kali sholat. Barang siapa berniat melakukan kebaikan dan tidak
melakukannya, maka diulis baginya satu kebaikan. Dan
barang siapa yang berniat kebaikan kemudian dia melakukannya,maka ditulis
baginya sepuluh kebaikan. Dan barang siapa berniat
keburukan, dan ia tidak melakukannya, maka
tidak ditulis baginya satu keburukan. Dan barang sapa yang berniat keburukan. kemudian dia mngerjakannya, maka
ditulis baginya satu keburukan”. Kemudian nabi pulang
dari langit pada malam itu ke Masjidil Haram di Makkah.
D.
Isra
Mi’raj suatu Mu’jizat
Hari setelah nabi melakukan
Isra’ mi’raj, beliau datang ke Masjidil Haram dan akan menyampaikan kejadian
itu pada orang ramai. Abu jahal pun tidak ketinggalan menyaksikan dengan
sombongnya. Nabi muhammad menceritakan peristiwa tersebut pada Abu Jahal. Nabi
bercerita bahwa semalam tadi beliau pergi ke Baitul Maqdis. Tapi Abu Jahal
tidak percaya, bagaimana mungkin pada malam hari beliau di Baitul Maqdis dan
paginya sudah di Makkah. Abu Jahal menantang Nabi untuk menyampaikan hal tersebut
pada semua kaum Quraisy, dan beliau menyetujuinya. Beliau menyampaikan
ceritanya. Ada yang tertawa terbahak-bahak , ada yang keheranan, ada yang
bertepuk tangan, bahkan mengejek. Kemudian seseorang mendatangi Abu Bakar dan
menceritakan kepadanya bahwa Nabi Muhammad telah bercerita tentang kejadian
malam itu. Abu bakar membenarkan Nabi. Orang tadi keheranan karena Abu Bakar
begitu mempercayai Nabi. Sejak saat itu lah Abu Bakar diberi gelar As-Shiddiq.
Sebagian dari mereka
mengemukakan berbagai pertanyaan kepada Nabi tentang keadaan Baitul Maqdis.
Bagaimana bentuk bangunannya, rupanya, jumlah pintu, jendela, tiang, dan lain
sebagainya. Seperti itu untuk menguji kebenaran Nabi dan sebagai bantahan
penghabisan bagi Nabi. Nabi menjelaskan dengan tenang karena seketika itu Allah
mengutus Jibril untuk menggambarkan Baitul Maqdis. Mereka juga bertanya kepada
Nabi tentang Iran, Irak, dan Habsy yang telah dilewatinya, dan Nabi menjelaskan
keadaannya dengan tenang dan benar. Skalipun demikian, mereka tetap tidak
percaya dan menganggap jawaban yg serta merta jelasnya itu adalah sihir yang
nyata.
Pada saat isra’ dan Mi’raj, Nabi telah menerima wahyu
dari Allah SWT. Wahyu tersebut mengandung perintah wajib mengerjakan shalat
lima kali (lima waktu) sehari kepada beliau maupun kepada segenap ummatnya.
Keesokan harinya, sesudah beliau menyampaikan berita Isra’ Mi’raj kepada kaum
musyrikin qurays dan terutama kepada para sahabatnya dan pengikutnya, datanglah
malaikat Jibril kepada beliau untuk menjelaskan dan mengajarkan cara sholat
yang wajib dikerjakan.
Malaikat jibril datang kepada Nabi dan berkata , “Marilah
sholat!” ,Nabi kemudian melakukan shalat dzuhur 4 rakaat pada waktu matahari
telah condong (tergelincir).
Malaikat Jibril datang lagi kepada nabi pada waktu ashar
dan berkata , “Marilah shalat!”. Lalu Nabi shalat ashar 4 rakaat pada waktu
bayangan menjadi sama panjang dengan aslinya.
Malaikat Jibril datang lagi kepada nabi pada waktu magrib
dan berkata, “Marilah sholat!”, Lalu nabi sholat maghrib 3 rakaat pada waktu
matahari telah masuk(terbenam).
Malaikat jibril datang lagi kepada nabi pada waktu isya,
dan berkata “Marilah sholat!”, Lalu nabi sholat isya’ 4rakaat pada waktu telah
hilang tanda merah tempat matahari terbenam.
Kemudian Jibril datang kepada nabi pada waktu
isya’,sehabis tengah malam,Jibril berkata, “Marilah sholat!”.Kemudian Nabi
sholat isya’ 4 rakaat.
Kemudian Jibril datang lagi pada waktu sebelum terbit
matahari, Jibril berkata “marilah sholat!”, kemudian beliau sholat subuh
2rakaat.
E.
Hikmah
Isra Mi’raj
Hikmah
yang dapat kita ambil dari peristiwa Isro’ dan Mi’raj:
a.
Menjaga
Sholat 5 Waktu: Allah SWT memberikan
hadiah sholat 5 waktu kepada Nabi Muhammad dan umatnya supaya kita bisa
’berjumpa’ dengan Allah SWT melalui sholat, betapa besar cinta dan rindu Allah
kepada kita sehingga kita diperintahkan untuk sholat 5 waktu. Sebagaimana
hadits Rosulullah SAW diriwayatkan didalam Shahih Bukhari : “barang siapa yang
melakukan shalat sungguh ia sedang berbicara dan bercakap-cakap dan menghadap
Allah SWT”. Inniy wajjahtu wajhiya lilladziy fatharassamaawaati wal ardhi….dst
“ sungguh kuhadapkan jiwaku, hatiku, wajah hati ku, kepada yang menciptakan
langit dan bumi yaitu Allah subhanahu wata'ala..”
b.
Mempercayai,
membenarkan, dan meyakini semua apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW: Sebagaimana Sahabat Abu Bakar ash-Shidiq yang selalu
membenarkan apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Karena pada hakikatnya
semua apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW berasal dari Allah SWT, dan
tidak keluar dari hawa nafsunya.
BAB
III PENUTUP
Bagaimanapun ilmu manusia tak mungkin bisa menjabarkan
hakikat perjalanan isra' mi'raj. Allah hanya memberikan ilmu kepada manusia
sedikit sekali (QS. Al-Isra: 85). Hanya dengan iman kita mempercayai bahwa
isra' mi'raj benar-benar terjadi dan dilakukan oleh Rasulullah SAW. Rupanya,
begitulah rencana Allah menguji keimanan hamba-hamba-Nya (QS. Al-Isra:60) dan
menyampaikan perintah salat wajib secara langsung kepada Rasulullah SAW.
Makna penting Isra Mi'raj bagi umat Islam ada pada
keistimewaan penyampaian perintah salat wajib lima waktu. Ini menunjukkan
kekhususan sholat sebagai ibadah utama dalam Islam. Salat mesti dilakukan oleh
setiap Muslim, baik dia kaya maupun miskin, dia sehat maupun sakit. Ini berbeda
dari ibadah zakat yang hanya dilakukan oleh orang-orang yang mampu secara
ekonomi, atau puasa bagi yang kuat fisiknya, atau haji bagi yang sehat badannya
dan mampu keuangannya.
Salat lima kali sehari semalam yang didistribusikan di
sela-sela kesibukan aktivitas kehidupan, mestinya mampu membersihkan diri dan
jiwa setiap Muslim. Allah mengingatkan:
"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu
Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah
dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah
(shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan
Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Ankabut:45)
DAFTAR
PUSTAKA
·
Kitab
Nurul Yaqiin Fii siirati Sayyidil Mursalin,karya Syekh Muhammad Al-Khudhari Bek
.
·
Wikipedia
bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
·
Perlengkapan
Tarikh Nabi Muhammad,karya K.H Moenawar Chalil
·
Muhammad Haekal, Perjalanan Sejarah Nabi.
·
http://www.shiar-islam.com/doc8.htm
















