TUGAS MAKALAH
LOGAM ZIRCONIUM
SEMESTER GENAP 2016 / 2017
Disusun Oleh :
ANDRI M HIJAZ 161210063
PROGRAM
STUDI TEKNIK MESIN
FAKULTAS
TEKNIK
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PONTIANAK
TAHUN
2017
KATA
PENGANTAR
Dengan
nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Segala puji dan syukur bagi
Allah SWT yang dengan ridho-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan
baik dan benar. Terima kasih kepada yang terlibat dalam pembuatan makalah ini
yang dengan do’a dan bimbingannya makalah ini dapat terselesaikan dengan baik
dan benar.
Dalam
makalah ini, saya membahas tentang “ Manufaktur Karburator” yang saya buat
berdasarkan metode bibliografi. Makalah ini diharapkan bisa menambah wawasan
dan pengetahuan yang selama ini kita dapat dimanfaatkan sebaik dan semaksimal
mungkin.
Demikian
makalah yang saya buat oleh karena itu saran dan kritik yang membangun tetap
saya nantikan dan saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Pontianak,
20 Juli 2017
Penyusun
Daftar Isi
Kata
Pengantar..............................................................................
i
Daftar
Isi........................................................................................
ii
Bab
I Pendahuluan........................................................................
1
1.1 Latar
Belakang.............................................................. 1
1.2 Tujuan.......................................................................... 1
1.3 Ruang
Lingkup Materi.................................................. 2
Bab
II Dasar Teori / Landasan Teori.......................................... 3
2.1
Sejarah........................................................................... 3
Bab
III Pembahasan................................................................... 6
3.1
Definisi Zirconium.......................................................
6
3.2
Sifat – sifat Zirconium.................................................
8
3.3
Proses Pembuatan........................................................
13
3.4
Kelimpahan zirconia di Alam......................................
14
3.5
Keberadaan di Alam....................................................
15
3.6
Kegunaan.....................................................................
16
3.7
Dampak........................................................................
19
Bab
IV Penutupan.....................................................................21
4.1 Kesimpulan..................................................................
21
4.2 Usul dan Saran.............................................................
21
Daftar
Pustaka............................................................................ 22
Lampiran
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
LATAR
BELAKANG
Unsur – unsur transisi adalah unsur
logam yang memiliki kulit electron d atau f yang tidak penuh dalam keadaan
netral atau kation. Unsur transisi terdiri atas 53 dan 103 unsur. Logam
transisi diklasifikasikan dalam blok d, yang terdiri dari unsur – unsur 3d dan
Sc sampai Cu, 4d dan Y ke Ag, dan 5d dari Hf sampai Au, dan blok f, yang
terdiri dari unsur lantanoid dari La sampai Lu dan aktinoid dari Ac sampai Lr.
Kimia unsur blok d dan blok f sangat berbeda.
Zirconium merupakan salah satu
unsur dari golongan IIIB yang berada pada periode ke lima. Zirconium termasuk
dalam logam transisi.
Logam transisi memiliki memiliki
sifat – sifat khas logam, yakni keras, konduktor, panas dan listrikyang baik
dan menguap pada suhu tinggi. Walaupun digunakan luas dalam kehidupan sehari –
hari, logam transisi yang biasanya kita jumpai terutama adalah besi, nikel,
tembaga, perak, emas, platina, dan titanium. Namun senyawa kompleks molecular,
senyawa organologam, dan senyawa padatan seperti oksida, sulfide, dan halida.
Logam transisi digunakan dalam berbagai riset kimia anorganik modern.
1.2.
TUJUAN
Adapun tujuan yang ingin dicapai
oleh penulis dalam pembuatan karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk
mengetahui sejarah ditemukannya unsur Zirconium.
2. Untuk
mengetahui definisi dan sifat – sifat dari unsur Zirconium.
3. Untuk
mengetahui kelimpahan Zirconium di alam.
4. Untuk
mengetahui cara pembuatan unsur Zirconium.
5. Untuk
mengetahui kegunaan dari unsur Zirconium.
6. Untuk
mengetahui dampak dari unsur Zirconium bagi manusia dan lingkungan.
1.1
RUANG
LINGKUP MATERI
Zirkonium,
ditemukan sebelum 1940-an, menjadi bahan rekayasa yang signifikan untuk
aplikasi energi nuklir karena sangat transparan untuk neutron. Logam murni
Zirkonium, bahkan ketika 99 persen murni, bersifat keras dan rapuh. Zirkonium
merupakan Logam putih, lembut, mudah dibentuk, dan ulet.
BAB II
DASAR TEORI/LANDASAN TEORI
2.1
SEJARAH
|
Martin Heinrich
Klaproth
Lahir
: 1 Desember 1743
Meninggal
: 1 Januari 1817 (Usia 73), Berlin Prussia.
|
Zirconium adalah sebutan untuk
logam berwarna putih abu – abu, berbentuk kristal (amorf), lunak dapat di tempa
dan diulur bila murni juga tahan tehadap udara bahkan api. Logam yang ditemukan
oleh M.H. Kalaproth pada tahun 1788
dalam bentuk mineral, zircon ini tidak ditemukan di alam dalam bentuk bebas,
tetapi oksida atau silikat dalam kerak bumi dan bebatuan dalam kadar kecil.
Logam ini memiliki lambang Zr dengan nomor atom relative 91.224. Zirconium
ditemukan dalam jumlah bintang – bintang tipe S, dan juga telah
diidentifikasikan dalam matahari dan meteor. Analisis bebatuan bulan yang
diambil dari berbagai misi apollo menunjukan kandungan zirconium yang tinggi,
dibandingkan dengan bebatuan bumi.
Kemudian pada tahun 1892 ditemukan monoklinik kekuningan mineral
baddeleyite adalah bentuk alami dari oksida zirconium. Sedikit memiliki kepentingan
ekonomi karena kelangkaannya. Titik lebur yang sangat tinggi zirconia (2750oC)
membuat pengendalian pertumbuhan kristal tunggal sulit, karena tidak ada wadah
yang bisa menahan bahan dalam keadaan cair nya. Namun, stabilisasi oksida
zirconium kubik telah direalisasikan sejak dini, dengan produk sintetis stabil
zirconia diperkenalkan pada tahun 1930. Meskipun kubik, itu dalam bentuk
polikristalin keramik, ini digunakan sebagai bahan tahan api, sangat tahan
terhadap kimia dan panas hingga (2540oC).
Tujuh tahun kemudian, Jerman ahli
mineral MV Stackelberg dan K. Chudoba menemukan alami zircon. Ini dianggap
sebagai hasil sampingan dari proses metamictization, tetapi dua ilmuwan tidak
berpikir mineral yang cukup penting untuk memberikan nama resmi. Penemuan itu
dikonfirmasi melalui difraksi sinar-X, membuktikan adanya mitra alami untuk
produk sintetis.
Seperti sebagian besar tumbuh
pengganti berlian, gagasan memproduksi Kristal kubik zirconia tunggal muncul
dibenak para ilmuwan mencari dan serbaguna materi baru untuk digunakan dalam
laser dan aplikasi optik lainnya. Produksina akhirnya melampaui sintetis
sebelumnya, seperti sintetik strontium titanat, sintetis rutil, YAG (Yttrium
Aluminium Garnet) dan GGG (Gadolinium Gallium Garnet).
Beberapa penelitian awal dalam
pertumbuhan kristal tunggal dikendalikan kubik zirconia terjadi di Prancis
tahun 1960-an, banyak pekerjaan yang dilakukan oleh Y. Roulin dan R.
Collongues. Teknik ini melibatkan zirconia cair yang terkandung dalam kulit
tipis-padat zirconia masih dengan pertumbuhan kristal. Proses wadah dingin,
sebuah referensi terhadap system air dingin yang digunakan. Meskipun
menjanjikan, upaya ini hanya menghasilkan kristal kecil.
Kemudian, Soviet ilmuwan dibawah VV
Osiko di Institut Fisika Lebedev di Moskow menyempurnakan teknik yang kemudian
bernama percobaan tengkorak (sebuah sindiran baik kepada bentuk didinginkan
wadah air atau bentuk Kristal kadang – kadang tumbuh). Mereka menamai Fianit
permata setelah nama lembaga FIAN (Fisik Institut Akademi Ilmu), tapi nama itu
tidak digunakan di luar Uni Soviet. Terobosan mereka diterbitkan pada tahun
1973, dan produksi komersial dimulai pada 1976. Pada tahun 1980 produksi global
tahunan telah mencapai 50 juta karat (10 ton).
Zirconium
banyak digunakan dalam industri High-tech karena sifat mekanik, termal,
elektrik, kimia, dan optiknya yang mendukung. Unsur ini banyak digunakan dalam
produksi keramik dan reactor nuklir sebagai pelapis bahan bakar nuklir.
Zirconium juga digunakan untuk pembuatan pompa, katup, dan penukar panas.
Berdasarkan sifat ketahanan terhadap api, zirconium sering digunakan sebagai
komposisi utama peralatan perang, kotak sekring, dan terdapat pada peluru
pyrophoric pembuka vakum, serta sebagai eksitasi laser pada photografi.
Penerapan perpaduan zirconium murni, seoerti perpaduannya dengan niobium akan
menghasilkan super konduktor, perpaduannya dengan titanium digunakan pada
pesawat terbang, dan perpaduannya dengan tembaga akan memperbaiki sifat zirconium
tersebut.
Berdasarkan
ketahanannya terhadap korosi, logam zircon digunakan sebagai bahan tembahan
pada pabrik pembuatan pompa, kran, pipa, alat penukar panas, dan tangki bahan
kimia, terutama asam sulfat dan asam hidroklorida. Penggunaan logam zirkonum
ini juga digunakan oleh pabrik penghasil urea, hydrogen peroksida, metil
metaklirat dan asam asetat. Zirconium merupakan bahan yang mempunyai peran yang
sangat strategis dalam berbagai industry karena keunggulannya jika dibandingkan
dengan bahan lain. Reactor nuklir memerlukan materian tahan korosi, daya serap
neutron yang rendah, sifat mekanik yang sesuai, dapat digunakan sebagai bahan
pendukung struktur, serta permukaan untuk perpindahan panas yang baik. Berilium
(Be) merupakan salah satu mineral yang dapat bertahan pada suhu tinggi, tetapi
mineral ini jarang didapat, selain harganya mahal, sifat mekaniknya juga tidak
baik dan fabrikasinya sulit. Berbeda sekali dengan zirconium yang sangat banyak
terdapat dalam mineral zircon. Selain berilium (Be), mineral lain yang dapat
digunakan dalam industry nuklir adalah alumunium (Al) dan magnesium (Mg),
tetapi mineral-mineral ini tidak tahan pada suhu tinggi, sehingga hanya
digunakan untuk reactor riset.
BAB
III
PEMBAHASAN
3.1
DEFINISI ZIRCONIUM
![]()
Gambar 1. Logam Zirconium
|
Zirconium adalah logam kuat, bisa ditempa, ulet, dan berwarna perak
abu-abu. Sifat kimia dan fisika logam ini mirip dengan titanium. Zirconium
sangat tahan terhadap panas dan korosi. Zirconium lebih ringan dari baja dan
kekerasannya mirip dengan tembaga. Saat berada dalam bentuk bubuk, logam ini
dapat secara spontan menyala di udara, terutama pada suhu tinggi. Zirconium
bubuk berwarna hitam dan dianggap berbahaya karena mudah terbakar.
Zirconium bukan merupakan unsur langka, tetapi karena
mineralnya yang paling umum, zirkon, sangat tahan terhadap pelapukan,
persebaran unsur ini menjadi terbatas. Zirconium dua kali lebih melimpah dari
tembaga dan seng dan 10 kali lebih melimpah dibandingkan timbal. Bijih utama zirconium
adalah zirkon (ZrSiO4) yang ditambang di Australia, Amerika Serikat, dan Sri
Lanka, serta baddeleyite (zirconium oksida ZrO2) yang ditambang di Brasil.
Zirconium dioksida (ZrO2), kadang-kadang
dikenal sebagai zirconia (jangan
dikelirukan dengan zirkon), adalah kristal putih oksida dari zirconiumIts
most naturally occurring form, with a
crystalline structure, is the rare , ..
Zirconium adalah logam putih keabuan yang
jarang dijumpai di alam bebas. Ia memiliki lambang kimia Zr dan nomor atom 40.
Zirconia
atau Zirconium dioksida (ZrO2) merupakan bahan semi konduktor
keramik yang mempunyai sifat tahan korosi, memiliki titik lebur yang sangat
tinggi (>2000 °C), dan sensitif terhadap gas oksigen. Sifat-sifat ini
membuat ZrO2 banyak dipakai sebagai sensor gas oksigen di industri
otomotif.
Zirconium
dioksida atau Zirconium Oxide (ZrO2) adalah bubuk halus yang
digunakan sebagai bahan pemoles dalam pasta gigi.
Zirconia
sebagai oksida murni tidak ditemukan di alam, akan tetapi zirconia biasa
ditemukan dalam baddeleyite and
zircon (ZrSiO4) yang merupakan sumber utama dari material ini. Dari
kedua sumber zirconia tersebut, zircon yang didapat memiliki kemurnian yang
rendah, dan harus melaliu proses-proses tertentu untuk menghasilkan zirconia.
Dalam memproses zirconia dilakukan pemisahan dan penghilangan material –
material yang tidak diinginkan serta impurities yang ada, yaitu zircon –
silica.
3.2
SIFAT – SIFAT ZIRCONIUM
A.
Sifat Fisika
·
Nama Unsur : Zirconium
·
Lambang : Zr
·
Golongan : IVB
·
Periode : 5
·
Blok : d
·
Jenis
Unsur : Logam Transisi
·
Nomor
Atom : 40
·
Massa
Atom Standar : 91.224
Gambar 3. Elektron Zirconium |
· Konfigurasi Elektron : 2,8,18,10,2
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6
4s2 3d10 4p6 5s2 4d2
1s2 2s2 2p6 3s2
3p6 3d10 4s2 4p6 4d2 5s2
|
↑↓
|
|
↑
|
↑
|
|
|
|
Bilangan kuantum utama (n) =
4
Bilangan kuantum azimuth (l) =
2
Bilangan kuantum magnetic (m)
= -1
Bilangan kuantum spin (s) = +1/2
· Energi
ionisasi
Pertama : 640.1 kJ/mol1
Kedua : 1270 kJ/mol1
Ketiga : 2218 kJ/mol1
·
Titik Lebur : 2128 K
·
Titik Didih : 4682 K
·
Kalor Peleburan : 14 kJ/mol1
·
Kalor Penguapan : 573 kJ/mol1
·
Jari – jari Atom : 160 pm
·
Jari – jari Kovalen : 175
·
Kapasitas Kalor : 25.36 J.mol
·
Bilangan Oksidas : 4,3,2,1
·
Electronegativitas : 1.33
B.
Sifat
Kimia
1.
Reaksi dengan air
Zirconium
tidak bereaksi dengan air pada keadaan dibawah normal keadaan normal
2.
Reaksi
dengan Udara
Pada
reaksi dengan udara atau pembakaran secara tepat maka akan membentuk zirconium oksida
Zr (s) + O2 (g) → ZrO2 (s)
Gambar 4. Zirconium Dioksida |
Zirkonium
dioksida (ZrO2), kadang-kadang dikenal sebagai zirkonia (jangan
dikelirukan dengan zirkon), adalah kristal putih oksida dari zirkonium. Zirconia
sebagai oksida murni tidak ditemukan di alam, akan tetapi zirconia biasa
ditemukan dalam baddeleyite and zircon (ZrSiO4) yang merupakan
sumber utama dari material ini. Dari kedua
sumber zirconia
tersebut, zircon yang didapat memiliki kemurnian yang rendah, dan harus melalui
proses-proses tertentu untuk menghasilkan zirconia. Dalam memproses zirconia
dilakukan pemisahan dan penghilangan material – material yang tidak diinginkan
serta impurities yang ada, yaitu zircon-silika.
Zirconia
(ZrO2) merupakan oksida logam yang memiliki sifat polimorfi yaitu
tiga malam struktur Kristal antara lain: monoklinik (m – ZrO2),
tetragonal (t – ZrO2), dan kubik (k – ZrO2).
3.
Reaksi
dengan Halogen
Zirconium
bereaksi dengan Halogen membentuk Zirconium
(IV) Halida.
Zr (s) +
2F2 (g) → ZrF4 (s)
Gambar 5. Zirconium Tetrafluoride |
Zr (s) +
2Cl2 (g) → ZrCl4 (s)
Gambar 6. Zirconium Chloride |
Zr (s)
+2Br2 (g) → ZrBr4 (s)
Gambar 7. Zirconium Bromide |
Zr (s) +
2I2 (g) → ZrI4 (s)
Gambar 8. Zirconium Iodide |
4.
Reaksi
dengan Asam
Hanya
terdapat sedikit kemungkinan logam Zirconium bereaksi dengan asam. Zirconium
tidak dapat bercampur dengan asam hidrofluorik, HF, membentuk kompleks fluoro.
Gambar 9. Zirconium Silikat |
Kegunaan
Kegunaaan
utama mineral zirkon (ZrSiO4) yaitu sebagai logam refraktori dan
ceramic opacification. Zirkon juga digunakan sebagai penghias batu permata
alami yang digunakan pada intan. Zirconium oksida diproses untuk menghasilkan
cubic zirkonia. Ini berwujud kristal bening berkilauan yang digunakan sebagai
pengganti intan dengan harga yang lebih rendah.
Kegunaan yang lain :
1.
Zirconium
dapat menyerap panas yang lebih rendah sehingga industri tenaga nuklir
menggunakan zirconium dalam mengisi reaktor nuklir sebagai pemantul.
2.
Zirconium
digunakan secara meluas di industri kimia pada pipa yang terletak di lingkungan
korosif terutama pada temperatur tinggi.
3.
Zirconium
karbonat digunakan sebagai lotion anti racun namun banyak orang alergi terhadap
produk ini.
4.
Logam Zirconium digunakan dalam
teras reaktor nuklir karena tahan korosi dan tidak menyerap neutron.
3.3
PROSES PEMBUATAN
1.
Proses
Klorinasi
Klorisasi zircon dilakukan dengan
mengubah zircon kedalam bentuk zirconium karbida dengan menggunakan graphite
pada graphite lined arcfurnace dengan temperature proses 1800oc :
ZrSiO4 + 4C → ZrC + SiO + 3CO
Silicon monoxide menguap pada
temperature 1800oC. Setelah itu ZrC diubah menjadi ZrCl dengan cara
klorinasi pada temperature 500o :
ZrC + Cl2 → ZrCl4 + C
Pada pengembangannya, zircon dengan
karbon dicampurkan dan diklorinasi pada temperature 1200oC dan
menghasilkan ZrCl pada satu proses saja.
ZrSiO4 + 4C + 4Cl2 → ZrCl4
+ SiCl4 + 4CO
2.
Proses
Alkali Fusion
Dikembangkan
oleh Ames Laboratory of the U.S. Atomic Energy Commission. Prosen ini cocok
untuk memisahkan hafnium dari zirconium dengan menggunakan solvent extraction
dari suatu larutan aqueous.
Pertama
pasir zircon dengan fraksi 1 sampai 1.5 kali berat sodium hydroxide
dicampurkan. Kemudian dipanaskan pada suatu furnace pada temperature 565oC.
Sodium hydroxide meleleh pada temperature 318oC dan pada temperature
lebih tinggi sodium hydroxide akan bereaksi dengan pasir zircon.
4NaOH + ZrSiO4 → Na2ZrO3
+ Na2SiO3 + 2H2O
Steam
kemudian dilarutkan sehingga campuran menjadi berfasa viscous dan berubah
menjadi fragile porous solid saat temperature mencapai 530oC.
Setelah pendinginan, fragile porous solid dipecah dan dilakukan leaching
menggunakan air, dimana terjadi ekstraksi Na2SiO3. Residu
kemudian di leaching dengan menggunakan asam yang melarutkan Na2ZrO3.
3.
Proses
Fluosilicate Fusion
Digunakan
di Uni Soviet untuk menghasilkan feed pada separasi hafnium dan Zirconium
dengan fractional crystallization dari K2MF6. Zircon dihancurkan sampai ukuran
200 mesh dan dicampur dengan potassium flousilicate dan potassium klorida.
Campuran tersebut di sinter dalam sebuah rotary furnace pada temperatur 650 dan
700oC. Reaksi yang terjadi adalah
ZrSiO4 + K2SiF6
→ K2ZrF6 + 2SiO2
Produk
hasil proses sinter tersebut didinginkan dan dihancurkan sampai berukuran 100
mesh dan dilakukan proses leaching pada temperature 85oC dengan HCl
1%. Hasilnya di filter pada temperature 80oC lalu didinginkan agar
terbentuk kristal K2ZrF6 yang kemudian disaring dan
dicuci dengan air.
Terdapat
tiga cara yang dapat digunakan dalam proses pembuatan zirconium yaitu:
1. Proses Kroll, meliputi reduksi dari
uap tethrachloride dari leburan magnesium.
2. Proses hot wire, meliputi
dekomposisi dari iodide.
3. Elektrolisis dari double potassium floride
yang dilarutkan kstraksi zirconium dari zircon, yaitu dari lelehan garam.
3.4
KELIMPAHAN ZIRCONIA DIALAM
1.
Alam
Semesta : 0,05 ppm
2.
Matahari : 0,04 ppm
3.
Karbon
Meteorid : 6,7 ppm
4.
Kerak
Bumi : 130 ppm
3.5
KEBERADAAN ZIRCONIUM DIALAM
Zirconium
berasal dari bijih utama mineral zirkon (Zirconium silicate, ZrSiO4) dan
baddleyite (zirconium oxide, ZrO2). Kedua mineral ini dijumpai dalam bentuk
senyawa dengan hafnium. Pada umumnya zirkon mengandung unsur besi, kalsium
sodium, mangan, dan unsur lainnya yang menyebabkan warna pada zirkon
berfariasi, seperti putih bening hingga kuning kehijauan, coklat kemerahan,
kuning kecoklatan, dan gelap, sistim kristal monoklin, prismatic, dipiramida,
dan ditetragonal, kilap lilin sampai logam, belahan sempurna tidak beraturan,
kekerasan 6,5 – 7,5, berat jenis 4,6 – 5,8 indeks refraksi 1,92 – 2,19 hilang
pijar 0,1 % dan titik lebur 2.5000oC.
Deposit ini terdapat di US, Australia, dan Brasil.
Zirkon ditemukan umumnya pada batuan beku dan dalam kerikil
serta pasir sebagai batuan beku hasil erosi. Dalam bentuk ini, zircon sering
bercampur dengan silica, ilmenit, dan rutil. Sebagian besardari zirkon yang digunakan
dalam industri saat ini berasal dari pasir dan kerikil.
Dengan bertambahnya waktu maka kemajuan teknologi juga
semakin bertambah. Bukan hanya teknologi saja yang semakin maju melainkan ilmu
pengetahuan yang semakin meningkat dan semakin meluas. Berkembangnya ilmu
pengetahuan dan teknologi sekarang ini diiringi dengan penemuan-penemuan baru
yang berhubungan dengan kedokteran gigi. Tujuan utama peralatan kedokteran gigi
yaitu untuk mempertahankan atau meningkatkan mutu kehidupan pasien kedokteran gigi.
Tujuan ini dapat dicapai dengan mencegah penyakit, menghilangkan rasa sakit,
memperbaiki efisiensi pengunyahan, meningkatkan pengucapan dan memperbaiki
estetika. Dental Material adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang bahan –
bahan yang digunakan di kedokteran gigi, baik sifat – sifatnya maupun cara
memanipulasi bahan tersebut. Salah satu bentuk kemajuan dalam bidang kedokteran
gigi adalah penggunaan zirconia sebagai dental material. Zirconia berasal dari
unsur zirconium (Zr) yang memiliki nomor atom 40 dan berat atom 91,22. Zirconia
merupakan keramik bioinert. Ada beberapa tipe dari zirconia, yaitu : Tetragonal
Zirconia Polycrystals (TZP), Fully Stabilized Zirconia (FSZ), Partially
Stabilized Zirconia (PSZ), Zirconia Toughened Alumina (ZTA), dan Transformation
Toughened Zirconia (TTZ). Tetapi yang dipakai sebagai dental material dari tipe
TZP dan TSZ. Sebagai dental material zirconia memiliki sifatfisik, mekanis,
kimia, dan biologis yang sangat baik. Untuk mendapatkan kestabilan pada
zirconia maka zirconia ditambahkan senyawa stabilator seperti yttria dan ceria.
Dalam bidang kedokteran gigi, zirconia digunakan sebagai material implan,
pasak, dan bracket. Keramik zirconia secara biologis sebanding dengan titanium
yang merupakan material implan yang paling sering digunakan. Implan zirconia
memiliki proses penyembuhan tulang yang lebih baik dari implant titanium. Zirconia
sebagai oksida murni tidak ditemukan di alam, akan tetapi zirconia biasa ditemukan
dalam baddeleyite and zircon (ZrSiO4) yang merupakan sumber utama
dari material.
Gambar 10. Implan Gigi Berbahan Zircon |
3.6
KEGUNAAN
a.
Logam
zirconium digunakan dalam teras reaktor nuklir karena tahan korosi dan tidak
menyerap neutron. Zircaloy merupakan aliase zirconium yang penting untuk
penyerapan nuklir, seperti menyalut bagian-bagian bahan bakar.
b.
Biasanya
digunakan untuk komponen dalam deodorant, bola lampu, filament, dan batu
permata buatan.
Gambar 11. Bola lampu dari bahan Zirconium |
Gambar 12. Batu Permata Zirconium |
c.
Zr
banyak digunakan dalam reaktor nuklir sebagai air-cooled.
d.
Zirconium
digunakan dalam industri baja untuk menghilangkan nitrogen dan belerang dari
besi, sehingga dapat meningkatkan kualitas dari baja.
e.
Zr
ditambahkan ke besi untuk menciptakan sebuah paduan yang dapat meningkatkan
machinability, ketangguhan, dan keuletan.
f.
Zirconium
Foil digunakan untuk ignition flash material pada photography bulb.
Gambar 13. Zirconium Foil |
g.
Sponged
Zirconium banyak digunakan pada industri militer.
h.
Zirconium
dan paduannya dengan Al, Fe, Ti, atau V digunakan pada Vacuum tube, pada pipa gas
dan padaultra-high-purity environment di industri semikonduktor.
i.
Zirconium
powder merupakan sumber panas pada alat peledak dan alat pembakar untuk
berbagai kegunaan, termasuk untuk automotive air bag inflator.
Gambar 14. Zirconium Powder |
j.
Zirconium
juga digunakan untuk konstruksi reaktor kimia dimana ketahanan korosi sangat
dibutuhkan.
k.
Zirconium
yang bercampur dengan titanium, nikel, tembaga menghasilkan liquidmetal. Liquidmetal
adalah sejenis amorphous metal alloys hasil pengembangan California Institute
of Technology. Sifat bahan ini sangat kuat dan ringan. Apabila disentuh,
permukaannya halus seperti kaca.
l.
Kubik
zirconia memiliki kandungan zirconium oxide dengan warna alami.
m. Zirconium oxyclorida, sebagai bahan
pelapis (coating) pada tekstil.
n.
Zirconium
hydrat sebagai moderator neutron.
o.
Zirconium
karbonat sebagai obat ( berbentuk salep) utntuk melawan racun yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan.
p.
Dalam
industri kimia, zirconia digunakan untuk
pembuatan zirconium sulfat, H2ZrO2(SO4)23H3O.
Bahan kimia ini sangat penting karena merupakan bahan dasar dalam pembuatan
kimia zirconium lainnya. Zirconium sulfat digunakan sebagai bahan untuk
penyamakan kulit(tanning leather) dan bahan tambahan pada pigmen titania (berfungsi
sebagai penstabil pigmen).
3.7
DAMPAK
a.
Dampak zirconium bagi kesehatan
manusia
Zirconium dapat diambil ke dalam
tubuh dengan makan makanan, minuman air, atau menghirup udara. Penyerapan dari makanan
atau air adalah sumber utama dari internal zirconium yang disimpan dalam
populasi umum. zirconium tidak baik
diserap ke dalam tubuh, dengan hanya sekitar 0,2% dari jumlah yang tertelan diserap ke dalam
aliran darah melalui usus, zirconium yang mencapai darah, setengah deposito
dalam kerangka dengan paruh biologis sekitar 8.000 hari dan separuh lainnya
deposito di semua organ dan jaringan tubuh di mana ia tetap dengan biologis
paruh 7 hari. Sejak zirconium bukanlah unsur utama mineral tulang, jumlah
deposit dalam kerangka diasumsikan tetap permukaan tulang dan tidak akan
diserap ke dalam volume tulang.
Zirconium menimbulkan bahaya
kesehatan hanya jika diambil ke dalam tubuh. Paparan gamma eksternal bukan
merupakan keprihatinan karena zirconium -93 meluruh dengan memancarkan partikel
beta dengan meluruh oleh dimana hanya energi rendah radiasi gamma dipancarkan.
Sementara di dalam tubuh, zirconium menyajikan bahaya kesehatan dari beta dan
gamma radiasi, dan utama perhatian adalah berkaitan dengan peningkatan
merangsang kemungkinan kanker. Zirconium 95 juga merupakan salah satu
radionuklida yang terlibat dalam pengujian atmosfer dari senjata nuklir. Ini
adalah salah satu radionuklida berumur
panjang yang telah dihasilkan dan akan terus menghasilkan peningkatan resiko
kanker selama puluhan tahun dan abad yang akan datang.
b.
Dampak zirconium bagi lingkungan
Dampak lingkungan zirconium tidak
mungkin untuk menyajikan suatu bahaya terhadap lingkungan. Sementara tanaman
air pengambilan yang cepat larut
zirconium , lahan tanaman memiliki sedikit kecenderungan untuk menjerap itu,
dan memang 70% dari tanaman yang telah diuji tidak menunjukkan zirconium untuk
hadir sama sekali. Tanaman air menyerap zirconium dengan cepat, namun tidak
banyak yang terakumulasi sehingga tidak menimbulkan efek signifikan.
Zirconium hadir dalam kerak bumi
pada konsentrasi sekitar 130 miligram per kilogram (mg/kg), dan konsentrasi
dalam air laut adalah sekitar 0,026 mikrogram (μg)/liter. Sejak jumlah
zirconium -93 yang hadir di tanah di seluruh dunia dari kejatuhan radioaktif. Ini
juga dapat hadir pada fasilitas nuklir tertentu, seperti reaktor dan bahan
bakar pengolahan tanaman. zirconium umumnya salah satu kurang menimbulkan
radioaktif logam dalam tanah, walaupun bentuk – bentuk tertentu dapat bergerak
ke bawah agak jauh untuk mendasari lapisan. Dengan air meresap melekat cukup
baik untuk tanah, dan konsentrasi yang berhubungan dengan partikel tanah
berpasir biasanya sekitar 600 kali lebih tinggi daripada diinterstisial air
(air dalam ruang pori antara partikel tanah). Dengan lebih konsentrasi rasio
(lebih dari 2.000) di tanah lempung dan tanah liat. Dengan demikian, umumnya zirconium
tidak menimbulkan kontaminasi dalam tanah.
BAB IV
PENUTUPAN
4.1
KESIMPULAN
Zirkonium ditemukan oleh oleh M.H.
Kalaproth pada tahun 1788. Zirkonium berasal dari bijih utama mineral zirkon
(Zirconium silicate, ZrSiO4), dan baddleyite (Zirconium Baddleyite Oxide,
ZrO2). Kelimpahan Zirkonium pada kerak bumi sebesar 133 ppm.
Zirkonium ini banyak dimanfaatkan
oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari misalnya pada bola lampu, batu
permata.
4.2
SARAN
Penulis
berharap makalah ini dapat menambah wawasan dan pembaca disarankan untuk
membaca referensi lain agar memperluas wawasan dan pengetahuan dan semoga
teman-teman memperoleh manfaat yang ada dalam meteri tersebut. Jika ada
terdapat kekurangan terhadap materi saya, saya mohon maaf, terima kasih telah
memperhatikan sekaligus memahami materi saya.
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar