Dengan menyebut
nama Alloh pengasih dan penyayang.
الرَّحِيمِ الرَّحْمَٰنِ اللَّهِ بِسْمِ
٤﴾ أَحَدٌۢ كُفُوًا لَّهُۥ يَكُن وَلَمْ ﴿٣﴾يُولَدْ مْ وَلَيَلِدْ لَمْ﴿٢﴾ٱلصَّمَدُ ٱللَّهُ﴿١﴾أَحَدٌ ٱللَّهُ هُوَ قُلْ﴿
Setiap kali mendengar Q.S al ikhlas di bacakan secara
tak sadar kita sudah meyakini tentang aqidah umat islam, hanya saja sedikit
umat islam yang mengetahui pengertian aqidah atau tauhid seperti di amanatkan
dala surat al-ikhlas, istilah aqidah dalam pengertian umum yaitu
keyakinan, misalnya keyakinan umat islam tentang ke esaan Alloh, jika kita
meyakini hanya alloh maha esa benarlah aqidahnya yang salah mungkin karna
kekurang tahuannya misalnya menganggap selain Alloh ada penguasa lain yang
mengurus alam ini.
Istilah aqidah biasanya juga digunakan untuk menyebut
kepercayaan yang mantap dan keputusan yang tegas yang tidak bias di hinggapi
kebimbangan dalam persoalan ketuhanan. Sedangkan aqidah islam adalah
kepercayaan kepada alloh para malaikatnya, kitab-kitab sucinya para rosulnya,
hari akhir, qodar yang baik dan yang buruk. Dan bukan hanya itu aqidah islam
meliputi bahwa seluruh bacaan alqur’an alkarim dan asunnah assoheh berupa
pokok-pokok agama, yang termasuk pokoknya itu perintah dan larangan.
Pengertian aqidah memiliki beberapa nama dan sebutan yang
menunjukan pengertian yang sama, antara lain ada ynag menyebutkan ihtikaf,
aqoid dan tauhid. Tauhid artinya menjadikan sesuatu menjadi satu, jadi tauhid
menurut bahasa adalah memutuskan bahwa sesuatu itu satu, menurut istilah tauhid
adalah meng Esakan Alloh dan menunggalkannya sebagai satu satunya pemilik zat
rububiyah, uluhiyah, dan asma wa sifat, ilmu aqidah di sebut tauhid karna
tauhid materi bahasa utama sebagai bentuk generalisasi, secara istilah syar’I
adalah menjadikan alloh yang satu-satunya sesembahan yang benar dengan segala
ke khusuannya.
Seseorang
yang bertauhid hanya akan menjadikan Alloh sesembahannya tidak ada yang lain
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ
إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“
Dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
menyembahku” (QS Adz Dzariyaat : 56).
“Alloh Ta’ala berfirman, “Sungguh
telah kami utus kepada setiap umat seorang Rasul yang mengajak/sembahlah Alloh
dan tinggalkan Thogut”. QS. An Nahl ayat 36.
Thogut
adalah sesembahan selain Alloh, beribadah hanya kepada Alloh dan mengingkari
thogut itulah hakekat makna tauhid.
.بَعِيدًا ضَلَالًا ضَلَّ فَقَدْ بِاللَّهِ يُشْرِكْ وَمَنْ ۚ يَشَاءُ لِمَنْ ذَٰلِكَ دُونَ مَا وَيَغْفِرُ بِهِ يُشْرَكَ أَنْ
يَغْفِرُ لَا اللَّهَ إِنَّ
”Sesungguhnya
Alloh tidak mengampuni dosa syirik, dan Alloh mengampuni dosa selain itu bagi
orang-orang yang dia kehendaki” (QS. An Nisaa ayat 116).
Syirik
adalah larangan terbesar yang harus di jauhi umat muslim. Maka dari itu
meneguhkan tauhid di dalam hati menjadi kewajiban olehsetiap muslim. Alloh
Taala berfirman “ Sembahlah Alloh dan jangan lah kamu menyekutukannya dari
sesuatu apapundan berbuat baiklah kepada orang tua” (QS An Nisaa ayat 36).
Menjadi
manusia yang bertauhid Insya Alloh akan merasakan ketentraman di dalam hati.
Rosullullah SAW Bersabda “ Ketahuilah di dalam tubuh itu ada segumpal daging
apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuh, ketahuilah bahwa ia adalah hati”.
H.R Bukhari & Muslim.
Prinsip-Prinsip
Aqidah Islam
· Iman kepada Allah
Beriman kepada Allah adalah meyakini dengan penuh kesadaran
bahwa Allah-lah dzat yang paling berhak disembah, karena Dia menciptakan,
membina, mendidik dan menyediakan segala kebutuhan manusia
· Iman kepada malaikat
Beriman kepada malaikat adalah meyakini dengan penuh kesadaran
bahwa Allah menciptakan makhluk dari cahaya. Sifat-sifat malaikat di antaranya
:
1. Selalu patuh dan taat
2. Sebagai penyampai wahyu
3. Diciptakan dari cahaya
4. Mempunyai kemampuan yang luar biasa
· Iman kepada kitab suci
Kitab-kitab yang
berasal dari firman Allah seluruhnya ada empat :
1. Taurat
diturunkan kepada Nabi Musa As
2. Zabur
diturunkan kepada Nabi Daud As
3. Injil
diturunkan kepada Nabi Isa As
4. Al-Qur’an
diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW
· Iman kepada Nabi dan Rasul
Allah mengutus para Nabi dan Rasul untuk membawa kabar gembira
kepada umat manusia, memberi teladan akhlak mulia dan berpegang teguh terhadap
ajaran Allah. Sifat-sifat yang ada pada diri Nabi dan Rasul Allah adalah :
a. Shiddiq artinya benar. Apa yang disabdakan
Nabi adalah benar karena Nabi tidak berkata-kata kecuali apa yang diwahyukan
Allah SWT.
b. Amanah artinya dapat dipercaya.
Segala urusan akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya
c. Fathanah artinya bijaksana dan cerdas. Nabi mampu memahami perintah-perintah Allah dan menghadapi
penentangnya dengan bijaksana.
d. Tabligh artinya menyampaikan.
Nabi menyampaikan kepada umatnya apa yang diwahyukan Allah kepadanya
· Iman kepada hari akhir
Beriman kepada hari akhir adalah meyakinibahwa manusia akan
mengalami kesudahan dan meminta pertanggung jawaban di kemudian hari.Al-Qu’ran
selalu menggugah hati dan pikiran manusia dengan menggambarkan
peristiwa-peristiwa hari kiamat, dengan nama-nama yang unik, misalnya al-zalzalah,
al-qari’ah, an-naba’ dan al-qiyamah. Istilah-istilah tersebut mencerminkan
peristiwa dan keadaan yang bakal dihadapi manusia pada saat itu.
· Iman kepada qada’ dan qadar
Menurut bahasa, qada memiliki beberapa pengertian
yaitu : hukum, ketetapan, pemerintah, kehendak, pemberitahuan,
penciptaan. Menurut istilah adalah ketetapan Allah sejak zaman azali sesuai
dengan iradah-Nya tantang segala sesuatu yang berkenan dengan makhluk.
Sedangkan qadar adalah kejadian suatu ciptaanyang sesuai dengan penetapan. Iman
kepada qada dan qadar artinya percaya dan
yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menentukan tentang segala sesuatu
bagi makhluknya.
Para ulama kalam
membagi takdir menjadi dua macam, yakni :
a. takdir muallaq adalah takdir
yang berkaitan dengan ikhtiar (usaha) manusia
misalnya : orang
miskin berubah menjadi kaya atas kerja kerasnya
b. takdir mubram adalah takdir
yang terjadi pada pada diri manusia dan tidak dapat diubah-ubah
misalnya : kematian, kelahiran
dan jenis kelamin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar