Minggu, 24 Februari 2019

Hikmah Isra Mi'raj dan IPTEK


TUGAS MAKALAH

HIKMAH ISRA MI'RAJ DAN IPTEK
SEMESTER GENAP 2017 / 2018

Disusun Oleh :

KELOMPOK II

                 ANDRI M HIJAZ                              161210063                     
                 UMAR MAHMUD                            171210401
                


PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK
TAHUN 2018







BAB 1 PENDAHULUAN

A.          Latar Belakang
Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra’ ayat 1 :

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Artinya :” Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Q.S Al isra’: Allah s.w.t. telah mengisra'kan (memperjalankan diwaktu malam hari) Nabi Muhammad s.a.w. dari masjidil Haram (di Makkah) ke masjidil Aqsha artinya masjid yang jauh (di Palestina). Dahulunya orang biasa berjalan kaki dari satu tempat ketempat, ataupun menaiki kuda, keledai, unta dan sebagainya.
Perjalaan dari Makkah ke Palestina mengambil masa lebih kurang 40 hari. Ini adalah suatu perjalanan yang jauh, tetapi dengan kuasa Allah telah dilakukan dalam
masa yang singkat, hanya dalam beberapa jam sahaja. Bagi orang  dahulu, perrjalanan yang demikian jauh jika dapat dilakukan dalam masa beberapa jam sahaja adalah suatu hal yang luar biasa dan  tidak dapat diterima oleh akal mereka. Oleh karena itu mereka yang tidak beriman seperti Abu Jahal dan pengikut-pengikutnya menggunakan peristiwa ini untuk menjatuhkan nama baik Nabi Muhammad s.a.w. dengan menuduh Nabi s.a.w. seorang pendusta dan berbagai tuduhan keji lainnya.
Mereka yang beriman dapat menerimanya karena ia merupakan salah satu tanda dari kekuasaan Allah s.w.t. yang telah pernah diberikan kepada Rasul-rasulnya.
Dalam peristiwa ini, di samping Nabi melihat tentang kebesaran-kebesaran Allah, juga diperlihatkannya surga beserta panoramanya dan peristiwa-peristiwa yang lain yang menakjubkan.Semua amatlah penting untuk dijadikan sebagai referensi renungan di tengah gelombang kehidupan yang semakin runyam dan begitu dahsyat.Dan hal yang paling utama ialah diturunkanlah sholat  lima waktu yang  InsyaAllah masih kita jalankan sampai sekarang ini.

B.           Rumusan Masalah
Pembahasan makalah ini hanya terbatas pada persoalan mengenai sejarah Nabi Muhammad SAW, lebih khususnya dalam hal sejarah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Yaitu tentang pengertiannya, masa terjadinya, peristiwa Isra M’raj, hikmah yang bisa diambil dari peristiwa isra’ mi’raj, dan masalah-masalah lain yang berkaitan dengan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

C.          Tujuan Pembahasan
Tujuan dari pembahasan ini ialah untuk memberikan penjelasan kepada pembaca tentang  bagaimana sejarah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Sehingga pambaca diharapkan bisa mengetahui tentang bagaimana Allah itu memuliakan Nabi Muhammad SAW, dan diharapkan pembaca bisa memberikan pengetahuan tentang Isra’ Mi’raj ini kepada orang lain yang membutuhkannya.
Disamping itu pembahasan ini juga dimaksudkan untuk memenuhi tugas dari dosen semester IV mata pelajaran Islam & Ilmu Pengetahuan dalam topik pembahasan tentang Hikmah Isra’ Mi’raj dan Iptek.




BAB II PEMBAHASAN

A.          Pengertian Isra Mi’raj
Isra’ Mi’raj (Arab : الإسراء والمعراجal-’Isrā’ wal-Mi‘rāj) adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh  Nabi Muhammad  dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam , karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah untuk menunaikan shalat  lima waktu  dalam sehari semalam. Isra’secara etimologi atau menurut bahasa artinya berjalan di waktu malam.
Isra’ secara terminologi atau menurut istilah artinya perjalanan Nabi Muhammad S.A.W. diwaktu malam hari dari Masjidil Haram (di Makkah) ke Masjidil Aqsha artinya masjid yang jauh (di Palestina).
Mi’raj secara etimologi atau menurut bahasa artinya tangga, atau alat untuk naik dari bawah ke atas.
Mi’raj secara terminologi atau menurut istilah adalah perjalanan Nabi SAW dari alam bawah (bumi) ke alam atas (langit) sampai langit yang ke tujuh sampai ke Sidratul Muntaha, yakni dari Masjidil Aqsha di Palestina naik ke alam atas melalui beberapa langit dan ke Sidratul Muntaha dan terakhir sampai ke Arasyi dan Kursy dimana beliau menerima wahyu dari Allah yang mengandung perintah shalat lima waktu.

B.           Masa Terjadinya Isra Mi’raj
Para ulama banyak berselisih tentang waktu terjadinya Isra Mi’raj. Sebagian ulama berpendapat bahwa isra’ mi’raj terjadi pada tanggal 7 Rabiul awal, sebagian lagi pada tanggal 17 Rabiul awal, sebagian lagi  pada tanggal 27 Rabiul akhir dan sebagian lagi berpendapat bahwa isra’ mi’raj terjadi pada tanggal tanggal 27 rajab. Tapi sebagian besar ulama berpendapat bahwa Isra Mi’raj terjadi  pada tanggal 27 Rajab .
Sedangkan tahun terjadinya Isra’ Mi’raj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hijrah ke Madinah. Yaitu pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian.
Wallahu a’lamu bis-shawab…

C.          Peristiwa Isra dan Mi’raj
Suatu hari malaikat Jibril datang  menemui Nabi dan kemudian didatangkan buraq, 'binatang' berwarna putih yang lebih besar daripada keledai. Sekali melangkah langkahnya sejauh pandangan mata. Dengan buraq itu Nabi melakukan isra' dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha (Baitul Maqdis) di Palestina.  Nabi  menambatkan buroqnya dengan tali dimana para nabi sering menambatkan kendaraannya di  tempat itu. Kemudian Nabi Muhammad SAW salat dua rakaat di Baitul Maqdis, setelah selesai sholat beliau keluar dan Jibril mendatanginya dengan membawa segelas khamer (minuman keras) dan segelas susu. Nabi Muhammad SAW memilih susu. Kata malaikat Jibril, "Engkau dalam kesucian, sekiranya kau pilih khamer, sesatlah ummat engkau."
Dengan buraq pula Nabi SAW melanjutkan perjalanan bersama Jibril naik ke langit . Setelah sampai di langit yang pertama,Jibril meminta kepada malaikat penjaga agar dibukakan pintu langit tersebut, meraka ditanya oleh malaikat penjaga langit, “Siapakah kamu?” Jibril Menjawab:”Saya Jibril” kemudian malaikat penjaga langit bertanya kembali,”Dan siapa yang bersamamu?” Jibril menjawab,”Saya bersama Muhammad”, ditanyakan lagi “Apakah Muhammad sudah diutus oleh Allah untuk datang kesini?”, Jibril menjawab lagi,”ya,Muhammad sudah diutus oleh Allah”. Kemudian dibukakanlah pintu langit tersebut, setelah mereka masuk ke langit yang pertama itu, dijumpainya Nabi Adam. Nabi Adam menyambutnya dengan hangat dan mendoakan baginya kebaikan. Perjalanan diteruskan ke langit ke dua, dii langit ke dua dijumpainya Nabi Isa dan Nabi Yahya. Di langit ke tiga ada Nabi Yusuf. Nabi Idris dijumpai di langit ke empat. Lalu Nabi SAW bertemu dengan Nabi Harun di langit ke lima, dan Nabi Musa di langit ke enam. Di setiap langit, Jibril meminta kepada malaikat penjaga langit agar dibukakan pintu langit tersebut, mereka juga ditanya oleh penjaga masing-masing langit dengan pertanyaan yang serupa dengan pertanyaan pada waktu di langit yang pertama tadi.Nabi-nabi tersebut menyambutnya dengan hangat dan juga mendoakan kebaikan sebagaimana yang dilakukan nabi Adam tadi. Kemudian Nabi bersama Jibril melanjutkan perjalanan ke langit ke tujuh,di sana nabi menjumpai nabi Ibrahim yang sedang menyandarkan punggungnya ke Baitul Ma’mur. Baitul Ma'mur adalah tempat 70.000 malaikat shalat tiap harinya, setiap malaikat hanya sekali memasukinya dan tak akan pernah masuk lagi.
Perjalanan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha. Sidratul Muntaha adalah suatu tempat yang sangat indah, yang tidak bisa dibayangkan keindahannya oleh seorangpun. Dari Sidratul Muntaha didengarnya kalam-kalam. Dari sidratul muntaha dilihatnya pula empat sungai, dua sungai non-fisik (bathin) di surga, dua sungai fisik (dhahir) di dunia, sungai Efrat dan sungai Nil. Lalu Jibril membawa tiga gelas berisi khamr, susu, dan madu, dipilihnya susu. Jibril pun berkomentar, "Itulah (perlambang) fitrah (kesucian) engkau dan ummat engkau." Jibril mengajak Nabi melihat surga yang indah.
Puncak dari perjalanan itu adalah diterimanya perintah salat wajib. Mulanya diwajibkan salat lima puluh kali sehari-semalam.Kemudian Nabi menemui Nabi Musa,dan Nabi Musa menyuruh nabi untuk meminta keringanan kepada Allah, karena Nabi musa pernah memerintahkan hal itu kepada Bani Israil, dan mereka tidak sanggup menjalankannya. Sehingga Nabi Musa yaqin bahwa ummat Nabi Muhammad pun tidak sanggup menjalankannya. Atas saran Nabi Musa, Nabi SAW meminta keringanan dan diberinya pengurangan sepuluh- sepuluh setiap meminta. Akhirnya diwajibkan lima kali sehari semalam. Nabi Muhammad kembali menemui Musa dan mengatakan bahwa sholat wajib itu menjadi 5x shalat dalam sehari. Nabi Musa masih menyuruh Nabi Muhammad agar kembali kepada Allah untuk meminta keringanan, Namun nampaknya Nabi Muhammad enggan dan malu kepada Allah untuk  meminta keringanan. "Saya telah meminta keringan kepada Tuhanku, kini saya rela dan menyerah." Maka Allah berfirman, "Itulah fardlu-Ku dan Aku telah meringankannya (menjadi 5x shalat) atas hamba-Ku. Setiap satu sholat (sebagai pengganti dari ) sepuluh sholat, sehingga genaplah 50 kali sholat. Barang siapa berniat melakukan kebaikan dan tidak melakukannya, maka diulis baginya satu kebaikan. Dan barang siapa yang berniat kebaikan kemudian dia melakukannya,maka ditulis baginya sepuluh kebaikan. Dan barang siapa berniat keburukan, dan ia tidak melakukannya, maka tidak ditulis baginya satu keburukan. Dan barang sapa yang berniat keburukan. kemudian dia mngerjakannya, maka ditulis baginya satu keburukan”. Kemudian nabi pulang dari langit pada malam itu ke Masjidil Haram di Makkah.                

D.          Isra Mi’raj suatu Mu’jizat
Hari setelah nabi melakukan Isra’ mi’raj, beliau datang ke Masjidil Haram dan akan menyampaikan kejadian itu pada orang ramai. Abu jahal pun tidak ketinggalan menyaksikan dengan sombongnya. Nabi muhammad menceritakan peristiwa tersebut pada Abu Jahal. Nabi bercerita bahwa semalam tadi beliau pergi ke Baitul Maqdis. Tapi Abu Jahal tidak percaya, bagaimana mungkin pada malam hari beliau di Baitul Maqdis dan paginya sudah di Makkah. Abu Jahal menantang  Nabi untuk menyampaikan hal tersebut pada semua kaum Quraisy, dan beliau menyetujuinya. Beliau menyampaikan ceritanya. Ada yang tertawa terbahak-bahak , ada yang keheranan, ada yang bertepuk tangan, bahkan mengejek. Kemudian seseorang mendatangi Abu Bakar dan menceritakan kepadanya bahwa Nabi Muhammad telah bercerita tentang kejadian malam itu. Abu bakar membenarkan Nabi. Orang tadi keheranan karena Abu Bakar begitu mempercayai Nabi. Sejak saat itu lah Abu Bakar diberi gelar As-Shiddiq.
Sebagian dari mereka mengemukakan berbagai pertanyaan kepada Nabi tentang keadaan Baitul Maqdis. Bagaimana bentuk bangunannya, rupanya, jumlah pintu, jendela, tiang, dan lain sebagainya. Seperti itu untuk menguji kebenaran Nabi dan sebagai bantahan penghabisan bagi Nabi. Nabi menjelaskan dengan tenang karena seketika itu Allah mengutus Jibril untuk menggambarkan Baitul Maqdis. Mereka juga bertanya kepada Nabi tentang Iran, Irak, dan Habsy yang telah dilewatinya, dan Nabi menjelaskan keadaannya dengan tenang dan benar. Skalipun demikian, mereka tetap tidak percaya dan menganggap jawaban yg serta merta jelasnya itu adalah sihir yang nyata.
Pada saat isra’ dan Mi’raj, Nabi telah menerima wahyu dari Allah SWT. Wahyu tersebut mengandung perintah wajib mengerjakan shalat lima kali (lima waktu) sehari kepada beliau maupun kepada segenap ummatnya. Keesokan harinya, sesudah beliau menyampaikan berita Isra’ Mi’raj kepada kaum musyrikin qurays dan terutama kepada para sahabatnya dan pengikutnya, datanglah malaikat Jibril kepada beliau untuk menjelaskan dan mengajarkan cara sholat yang wajib dikerjakan.
Malaikat jibril datang kepada Nabi dan berkata , “Marilah sholat!” ,Nabi kemudian melakukan shalat dzuhur 4 rakaat pada waktu matahari telah condong (tergelincir).
Malaikat Jibril datang lagi kepada nabi pada waktu ashar dan berkata , “Marilah shalat!”. Lalu Nabi shalat ashar 4 rakaat pada waktu bayangan menjadi sama panjang dengan aslinya.
Malaikat Jibril datang lagi kepada nabi pada waktu magrib dan berkata, “Marilah sholat!”, Lalu nabi sholat maghrib 3 rakaat pada waktu matahari telah masuk(terbenam).
Malaikat jibril datang lagi kepada nabi pada waktu isya, dan berkata “Marilah sholat!”, Lalu nabi sholat isya’ 4rakaat pada waktu telah hilang tanda merah tempat matahari terbenam.
Kemudian Jibril datang kepada nabi pada waktu isya’,sehabis tengah malam,Jibril berkata, “Marilah sholat!”.Kemudian Nabi sholat isya’ 4 rakaat.
Kemudian Jibril datang lagi pada waktu sebelum terbit matahari, Jibril berkata “marilah sholat!”, kemudian beliau sholat subuh 2rakaat.

E.           Hikmah Isra Mi’raj
          Hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa Isro’ dan Mi’raj:
a.             Menjaga Sholat 5 Waktu: Allah SWT memberikan hadiah sholat 5 waktu kepada Nabi Muhammad dan umatnya supaya kita bisa ’berjumpa’ dengan Allah SWT melalui sholat, betapa besar cinta dan rindu Allah kepada kita sehingga kita diperintahkan untuk sholat 5 waktu. Sebagaimana hadits Rosulullah SAW diriwayatkan didalam Shahih Bukhari : “barang siapa yang melakukan shalat sungguh ia sedang berbicara dan bercakap-cakap dan menghadap Allah SWT”. Inniy wajjahtu wajhiya lilladziy fatharassamaawaati wal ardhi….dst “ sungguh kuhadapkan jiwaku, hatiku, wajah hati ku, kepada yang menciptakan langit dan bumi yaitu Allah subhanahu wata'ala..”
b.            Mempercayai, membenarkan, dan meyakini semua apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW: Sebagaimana Sahabat Abu Bakar ash-Shidiq yang selalu membenarkan apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Karena pada hakikatnya semua apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW berasal dari Allah SWT, dan tidak keluar dari hawa nafsunya.





BAB III PENUTUP

Bagaimanapun ilmu manusia tak mungkin bisa menjabarkan hakikat perjalanan isra' mi'raj. Allah hanya memberikan ilmu kepada manusia sedikit sekali (QS. Al-Isra: 85). Hanya dengan iman kita mempercayai bahwa isra' mi'raj benar-benar terjadi dan dilakukan oleh Rasulullah SAW. Rupanya, begitulah rencana Allah menguji keimanan hamba-hamba-Nya (QS. Al-Isra:60) dan menyampaikan perintah salat wajib secara langsung kepada Rasulullah SAW.
Makna penting Isra Mi'raj bagi umat Islam ada pada keistimewaan penyampaian perintah salat wajib lima waktu. Ini menunjukkan kekhususan sholat sebagai ibadah utama dalam Islam. Salat mesti dilakukan oleh setiap Muslim, baik dia kaya maupun miskin, dia sehat maupun sakit. Ini berbeda dari ibadah zakat yang hanya dilakukan oleh orang-orang yang mampu secara ekonomi, atau puasa bagi yang kuat fisiknya, atau haji bagi yang sehat badannya dan mampu keuangannya.
Salat lima kali sehari semalam yang didistribusikan di sela-sela kesibukan aktivitas kehidupan, mestinya mampu membersihkan diri dan jiwa setiap Muslim. Allah mengingatkan:
"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Ankabut:45)


         DAFTAR PUSTAKA

·         Kitab Nurul Yaqiin Fii siirati Sayyidil Mursalin,karya Syekh Muhammad Al-Khudhari Bek .
·         Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
·         Perlengkapan Tarikh Nabi Muhammad,karya K.H Moenawar Chalil
·         Muhammad Haekal, Perjalanan Sejarah Nabi.

·         http://www.shiar-islam.com/doc8.htm

         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar